BOGOR - Kebakaran melanda pabrik gabus/styrofoam milik PT Royal Foamindo Perkasa yang berlokasi di RT 03/RW 10, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 13.55 WIB.
Mendapat laporan adanya kebakaran, Babinsa Desa Gandoang Serda Fajar Sukron bergerak cepat dan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus membantu melakukan pengamanan dan koordinasi dengan pihak terkait.
Berdasarkan keterangan saksi, Joni, petugas keamanan pabrik, api diduga berasal dari percikan mesin las yang digunakan dalam pekerjaan pengelasan pembangunan pabrik. Percikan tersebut mengenai material styrofoam yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar dan merambat ke area gudang penyimpanan.
Setibanya di lokasi, Serda Fajar Sukron langsung berkoordinasi dengan aparat Desa Gandoang, kepolisian, serta petugas pemadam kebakaran untuk mempercepat proses penanganan.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Cileungsi dan Damkar Kabupaten Bogor dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman melibatkan sekitar 40 personel Damkar, lima personel kepolisian, dua personel Satpol PP, dua personel TNI, serta warga sekitar.
Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan situasi dan membantu mengamankan area. Kami juga segera berkoordinasi dengan Damkar dan unsur terkait agar api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas ke permukiman warga. ujar Babinsa Desa Gandoang Serda Fajar Sukron.
Serda Fajar Sukron juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran selama proses pemadaman berlangsung karena masih terdapat potensi bahaya.
Yang terpenting saat ini adalah keselamatan warga. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mendekati lokasi, dan memberikan ruang kepada petugas Damkar agar proses pemadaman dapat berjalan maksimal.
Luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 500 meter. Meski api sempat membesar dan merambat ke area gudang, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kehadiran cepat Babinsa di tengah masyarakat menjadi bagian dari respons kewilayahan dalam membantu penanganan setiap kejadian yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan warga.
Serda Fajar Sukron bersama unsur TNI, Polri, Damkar, Satpol PP, pemerintah desa, dan masyarakat terus melakukan pemantauan hingga kondisi di lokasi dinyatakan aman.
(Red)

Updates.