ROKAN HULU, RIAU - Tim 3 Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bersama elemen masyarakat serta para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Brigjen TNI Andi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kesadaran seluruh pihak dalam pencegahan Karhutla.
Kegiatan sosialisasi tersebut menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi dari berbagai unsur. Dalam pelaksanaannya, Tim 3 Satgas Karhutla mengedepankan lima pilar utama, yaitu Kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dukungan TNI, akademisi dan pakar, serta pemanfaatan teknologi.
Pilar pertama, Kementerian dan lembaga, memiliki peran penting dalam penyusunan kebijakan, koordinasi lintas sektor, serta penguatan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla secara terpadu.
Pilar kedua, pemerintah daerah, menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan kebijakan di wilayah melalui koordinasi bersama pemerintah kecamatan, desa, masyarakat, serta para pelaku usaha. Pemerintah daerah juga berperan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi terjadinya kebakaran.
Pilar ketiga, dukungan TNI, diwujudkan melalui keterlibatan personel di lapangan dalam membantu upaya pencegahan, pemantauan, edukasi kepada masyarakat, hingga mendukung penanganan apabila terjadi Karhutla. Kehadiran TNI diharapkan semakin memperkuat sinergi bersama seluruh stakeholder.
Pilar keempat, akademisi dan pakar, berperan memberikan dukungan berbasis ilmu pengetahuan, kajian, serta rekomendasi dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla yang efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, pilar kelima adalah pemanfaatan teknologi. Penggunaan teknologi diharapkan dapat mendukung kegiatan pemantauan wilayah, deteksi dini potensi kebakaran, penyampaian informasi, serta mempercepat koordinasi dan respons terhadap kejadian Karhutla.
Brigjen TNI Andi menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku usaha yang beraktivitas di wilayah rawan kebakaran.
Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Lima pilar ini harus berjalan secara sinergis agar upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini dan lebih efektif, ” ujar Brigjen TNI Andi.
Dalam kesempatan tersebut, Tim 3 Satgas Karhutla juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa pencegahan Karhutla harus menjadi gerakan kolektif. Sinergi antara pemerintah, TNI, lembaga terkait, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Rokan Hulu yang lebih aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Updates.